KETAATAN YANG MENDATANGKAN BERKAT

“Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam Bahtera itu.” (Kejadian 7:13)
Kisah ini hanyalah sebuah kiasan yang menggambarkan tentang ketaatan. Suatu hari Tuhan Yesus membawa murid-muridNya keatas bukit untuk mengajar mereka. Ia memerintahkan agar para murid tidak membawa bekal apapun, melainkan membawa sebuah batu yang cukup besar sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk membawanya. Para murid nampak keheranan dengan perintah ini, namun tetap saja mereka menaatiNya walau ada tanda tanya besar dalam hari mereka. Kecuali Petrus, yang sengaja “memodifikasi” perintah Tuhan dengan hanya membawa sebuah batu sebesar kelereng di saku celananya. Sambil memperngaruhi murid yang lainnya untuk melakukan apa yang diperbuatnya. Batu sebesar kelereng ringan dan tidak sulit untuk membawanya, namun murid yang lain tidak mengikuti sarannya. Sampailah mereka di bukit, dan Tuhan Yesus sambil mengajar memerintahkan mereka untuk meletakkan batu yang dibawa mereka dan sambil mengatakan “setelah melakukan perjalanan yang melelahkan tentu kalian semua lapar bukan? Sekarang kita akan makan bersama, angkatlah batu yang kalian bawa di atas kepala kalian, dan Aku akan berdoa agar batu-batu itu berubah menjadi roti”. Betapa bahagianya para murid karena mereka bisa makan kenyang dengan batu besar yang mereka bawa, kecuali Petrus yang harus puas dengan rotinya yang sebesar kelereng untuk dimakannya.
Ketaatan mendatangkan kebahagiaan, berkat dan keselamatan bagi yang menaati perintah Tuhan. Itulah yang diterima Nuh dan seluruh keluarganya karena mereka menaati perintah Tuhan untuk membuat bahtera karena Tuhan akan mendatangkan hukuman atas manusia karena kejahatan manusia yang semakin besar dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Namun Nuh hidup bergaul dengan Allah, ditengah dunia yang semakin jahat. Dan Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera dengan ukuran yang ditetapkan Allah sendiri (Kej. 6:15-16). Dan Nuh melakukan semua tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan. Dan pada saat Tuhan mendatangkan air bah tersebut, maka Allah memerintahkan Nuh, bersama istrinya, tiga orang anaknya dan tiga isteri anak-anaknya, Tuhan memerintahkan mereka untuk masuk kedalam bahtera tersebut. Mereka semua pun menaati-Nya dan mereka selamat.
Tuhan sangat mengasihi kita anak-anakNya, dan Dia ingin hidup kita selamat, bahagia dan diberkati olehNya. Tetapi sering sekali kita seperti Petrus dalam kisah di atas yang menganggap remeh perintah Tuhan. Padahal Allah menginginkan kita mentaati perintahNya, supaya kita mendapatkan berkat dan kebahagian dalam hidup ini. Taatilah perintahNya dan lihatlah bagaimana Tuhan menyatakan berkatNya bagi.(LNS).
DOA : Ya Bapa Yang Mahakasih, ajarilah aku untuk taat akan perintahMu dan aku percaya berkatMu atas setiap orang yang taat akan perintahMu akan Kau nyatakan. Amin.
Kata-kata Bijak :
“Satu Ons ketaatan lebih berharga daripada satu ton doa.”

Renungan

Leave a Reply