KEMURAHAN HATI

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya”. (Matius 10:42).
Dalam bukunya berjudul The Edge of Adventure (Penghujung Petualangan), Bruce Larson mengisahkan cerita tentang sepucuk surat yang ditemukan dalam kaleng ragi yang dicantelkan ke tangkai pompa. Surat itu menawarkan harapan satu-satunya untuk minum air pada jalan lintas padang yang jarang dilalui orang. Surat dalam kaleng itu tertulis sebagai berikut: “Pompa ini sudah baik sejak Juni 1932. Saya memasukkan cairan pembersih ke dalamnya, dan mungkin dapat bertahan hingga beberapa tahun. Tetapi cairan pembersih ini mengering dan pompa harus dipancing. Di bawah karang putih, saya menguburkan sebuah botol air putih. Ada cukup air di dalamnya untuk memancing pompa ini. Tetapi air itu akan tidak cukup jika engkau meminum sebagiannya sebelum memancing pompa. Tuanglah kurang lebih seperempatnya, dan biarkanlah air itu melumatkan cairan di dalam pompa. Kemudianlah tuangkanlah yang sisanya dan pompakanlah sekencang-kencangnya. Sumur ini tidak pernah kering. Percayalah! “Jika engkau sudah berhasil memompa air ke permukaan, isilah kembali botol ini dan tempatkan kembali di tempatnya semula bagi pelancong berikutnya.”
  Cerita dalam buku itu mengajarkan tentang kemurahan hati. Hanya dengan kemurahan hati, siapa pun yang datang dan melewati jalan lintas padang yang jarang dilalui itu, tidak akan pernah kesulitan untuk mendapatkan air. Asal saja tetap bermurah hati dan mau melakukan semua petunjuk yang sudah dituliskan dalam isi surat. Sama seperti pengajaran Yesus dalam renungan hari ini : “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena  ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”Yesus mengajarkan pentingnya nilai kemurahan hati bagi sesama manusia. Apalagi, bermurah hati kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Inilah teladan yang diajarkan Tuhan Yesus untuk dilakukan semua orang pengikut-Nya.
  Hidup dengan kemurahan hati adalah kewajiban bagi setiap pengikut Kristus. Bermurah hati untuk melihat orang-orang keadaan di sekeliling kita, yang pastinya membutuhkan sentuhan pertolongan dari diri kita. Ada orang-orang yang sedang berduka ditinggalkan orang yang dikasihinya. Ada orang-orang yang sedang berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi dalam hidupnya. Ada orang-orang tua dengan usia yang sangat lanjut yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang baginya. Untuk itu, dengan benar-benar merenungkan perintah Tuhan Yesus dalam renungan hari ini, mari kita lihat sekeliling kita, siapakah saat ini yang sangat membutuhkan kemurahan hati kita.(LJS).
DOA: Allah Pengasih, mampukan-lah kami ya Tuhan, untuk meneruskan kemurahan hati-Mu itu dalam hidup kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Bermurah-hatilah kepada orang lain, sebab kita telah terlebih dalulu menerima
kemurahan hati dari Allah”.

Renungan

Leave a Reply